Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Menguak Sisi Gelap Pendidikan: Mengapa Budaya "Bully" Makin Brutal dan Bagaimana Kita Menghentikannya?

Oleh: Emir Thobroni  JAKARTA – Dunia pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Rentetan kasus kekerasan di sekolah, mulai dari perundungan (*bullying*) fisik yang berujung maut, kekerasan seksual oleh oknum pendidik, hingga kekerasan psikis, seolah menjadi "fakta gelap" yang terus menghantui ruang kelas kita. Dalam sebuah diskusi mendalam bersama Tom MC Ifle, pakar pendidikan dan mantan Komisioner KPAI, Retno Listiarti, membedah fenomena ini. Ia menegaskan bahwa apa yang kita lihat di permukaan seringkali hanyalah puncak gunung es dari normalisasi kekerasan dan pengabaian sistemik yang terjadi selama bertahun-tahun. Bukan Sekadar "Kenakalan", Ini Darurat Kekerasan Seringkali masyarakat menyamaratakan segala bentuk gesekan antarsiswa sebagai bullying. Namun, Retno meluruskan bahwa berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, terdapat enam jenis kekerasan spesifik di satuan pendidikan, di mana perundungan hanyalah salah satu di antaranya. "Kekerasan...

Tipisnya Batas Antara Dedikasi dan Obsesi: Membedah Fokus versus Kultus dalam Pengambilan Keputusan

Dalam lanskap kepemimpinan modern, kata "fokus" sering kali didewakan sebagai kunci utama keberhasilan. Kita sering mendengar narasi tentang CEO visioner yang memiliki "fokus laser" atau tim yang berdedikasi penuh pada satu tujuan tunggal. Namun, ada bahaya tersembunyi yang jarang dibicarakan di ruang rapat: momen ketika fokus yang tajam bermutasi menjadi kultus pengambilan keputusan. Sebagai pengamat dinamika organisasi, sangat krusial bagi kita untuk menyadari bahwa meskipun kedua konsep ini terlihat serupa dari luar—sama-sama memiliki intensitas dan komitmen tinggi—mekanisme internal yang menggerakkannya sangatlah bertolak belakang. Fokus adalah tentang kejelasan visi, sementara kultus adalah tentang kebutaan terhadap realitas. Fokus yang sehat dalam pengambilan keputusan bersifat rasional dan falsifiabel (bisa diuji kebenarannya). Sebuah tim yang terfokus tahu persis apa yang ingin mereka capai, namun mereka tetap membuka pintu selebar-lebarnya terhadap data bar...